Senin, 24 Juli 2023

Pengertian Pemrograman Terstruktur

Pemrograman terstruktur adalah teknik dalam pemrograman komputer yang dirancang untuk membuat kode program lebih mudah dibaca, dipahami, dan dikelola. Pemrograman terstruktur menggunakan beberapa teknik untuk mengorganisasi program secara logis dan terstruktur sehingga mudah dibaca dan dimengerti oleh programmer lain. Teknik-teknik ini termasuk penggunaan struktur kontrol, modularitas, dan penggunaan subrutin.

Pemrograman terstruktur dibuat untuk mengatasi kelemahan pemrograman tanpa struktur yang terkenal pada tahun 1950-an dan 1960-an. Pada saat itu, bahasa pemrograman belum memiliki kontrol alur yang jelas, dan kode program yang panjang dan rumit membuatnya sulit dipahami oleh programmer lain. Oleh karena itu, pemrograman terstruktur diadopsi sebagai teknik pemrograman yang lebih baik.

Penggunaan struktur kontrol adalah teknik utama dalam pemrograman terstruktur. Struktur kontrol digunakan untuk mengatur alur program dengan cara yang terorganisir dan terstruktur. Contoh struktur kontrol yang umum adalah penggunaan kondisional, loop, dan subrutin. Kondisional digunakan untuk membuat keputusan di program, sedangkan loop digunakan untuk melakukan tindakan berulang kali. Subrutin digunakan untuk memecah program menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola.

Modularitas adalah teknik lain dalam pemrograman terstruktur. Teknik ini digunakan untuk membagi program menjadi modul atau bagian-bagian yang lebih kecil dan terorganisir. Dalam pemrograman terstruktur, modul dapat digunakan kembali dalam program lain dan dapat dimodifikasi secara terpisah tanpa memengaruhi bagian program lainnya. Dengan demikian, modularitas membuat program lebih mudah dikelola dan memungkinkan programmer untuk bekerja pada bagian program yang lebih spesifik dan terbatas.

Penggunaan subrutin adalah teknik lain dalam pemrograman terstruktur. Subrutin adalah bagian program kecil yang melakukan tugas tertentu. Subrutin dapat digunakan kembali dalam program lain, yang dapat menghemat waktu dan usaha dalam mengembangkan program baru. Dalam pemrograman terstruktur, subrutin juga digunakan untuk memecah program menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dikelola dan dipahami.

Dalam pemrograman terstruktur, kode program diatur dalam blok yang terstruktur, dan setiap blok memiliki satu tugas tertentu. Kode program yang terstruktur membuat program lebih mudah dipahami dan diuji. Hal ini juga membuat program lebih mudah dipelihara dan dimodifikasi.

pemrograman terstruktur adalah teknik pemrograman yang menggunakan struktur kontrol, modularitas, dan subrutin untuk membuat program lebih mudah dibaca, dipahami, dan dikelola. Teknik ini membantu mengatasi kelemahan pemrograman tanpa struktur dan membuat kode program lebih terorganisir dan terstruktur. Dalam pemrograman terstruktur, kode program diatur dalam blok yang terstruktur, dan setiap blok memiliki satu tugas tertentu. Hal ini membuat program lebih mudah dipelihara dan dimodifikasi oleh programmer lain.